Gerakan Rakyat untuk Daerah Sulteng Konsolidasikan Strategi Perjuangan Ekonomi Sumber Daya Alam
PALU, SuaraNegeri.co.id – Gerakan Rakyat untuk Daerah Sulawesi Tengah (Garuda Sulteng) menggelar pertemuan konsolidasi di Warkop Garuda88, Kota Palu, untuk membahas sejumlah persoalan strategis terkait pengelolaan sumber daya alam, khususnya sektor pertambangan, serta kepentingan masyarakat lokal, Pada Sabtu (19/9).
Pertemuan tersebut dikoordinasikan Andi Ridwan Selaku koordinator Gerakan untuk Daerah Sulteng (Garuda Sulteng). Sejumlah agenda dibahas dalam konsolidasi, mulai dari pemetaan isu pertambangan, penyusunan tuntutan, strategi gerakan, hingga persiapan perangkat aksi.
Salah satu fokus pembahasan adalah tuntutan agar pengelolaan sumber daya alam di Sulawesi Tengah memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar kepada masyarakat daerah.
Termasuk mendorong terbukanya lapangan pekerjaan dan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal di sekitar wilayah pertambangan.
Andi Ridwan mengatakan, konsolidasi diperlukan untuk menyatukan berbagai kepentingan masyarakat dalam satu agenda perjuangan yang terorganisir dan terstruktur.
“Yang kita perjuangkan adalah kepentingan masyarakat. Sumber daya alam yang ada di daerah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal, termasuk dalam hal lapangan pekerjaan,” ujar Andi Ridwan.
Dalam pertemuan itu, peserta juga membahas pemetaan isu pertambangan, termasuk menentukan sejumlah titik yang menjadi perhatian. Pemetaan tersebut mencakup persoalan pengelolaan sumber daya alam, keterlibatan masyarakat lokal, hingga distribusi manfaat ekonomi dari aktivitas investasi pertambangan.
Perhatian khusus juga diarahkan pada kondisi di wilayah Morowali yang berkembang sebagai salah satu kawasan industri pertambangan di Sulawesi Tengah. Dalam forum tersebut muncul aspirasi agar pemerintah daerah mengambil langkah lebih aktif dengan mempertemukan pemerintah dan pelaku usaha untuk membicarakan peluang kerja serta pemberdayaan masyarakat lokal.
Gagasan yang dibahas antara lain mendorong Gubernur Sulawesi Tengah memanggil para pelaku usaha pertambangan untuk membuka ruang dialog mengenai penyerapan tenaga kerja lokal dan kesempatan ekonomi bagi masyarakat daerah.
Selain membahas substansi tuntutan, konsolidasi juga membicarakan kesiapan aksi. Agenda yang dibahas meliputi penentuan waktu pelaksanaan, penyusunan struktur koordinator lapangan (korlap), pembagian tugas, strategi komunikasi, serta perangkat aksi.
Menurut Andi Ridwan, seluruh elemen tersebut perlu dipersiapkan secara matang agar setiap langkah yang dilakukan memiliki arah dan tujuan yang jelas.
“Kita harus terorganisir dan terstruktur. Mulai dari pemetaan isu, penyusunan tuntutan, strategi sampai perangkat aksi harus dipersiapkan dengan baik,” katanya.
Konsolidasi di Warkop Garuda88 tersebut menjadi bagian dari upaya Gerakan Rakyat untuk Daerah Sulawesi Tengah menyatukan berbagai aspirasi masyarakat terkait pengelolaan sumber daya alam.
Gerakan tersebut menempatkan isu kesempatan kerja bagi masyarakat lokal, pemerataan manfaat ekonomi, serta keterlibatan masyarakat dalam aktivitas ekonomi pertambangan sebagai bagian penting dari agenda yang akan terus dikonsolidasikan.
Selanjutnya, hasil pertemuan akan dimatangkan melalui penyusunan agenda, tuntutan, serta langkah-langkah lanjutan yang akan disampaikan kepada pemerintah dan pihak terkait.(DhankZ)


