LPG 3 Kg Mau Diganti CNG? Ini yang Bakal Berubah Bagi Rumah Tangga


JAKARTA, SuaraNegeri.co.id — Pemerintah Indonesia memasuki tahap akhir uji coba penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) dalam tabung 3 kilogram sebagai alternatif Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3kg bersubsidi, namun belum menetapkan kapan atau bagaimana penerapannya secara luas kepada masyarakat.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih mengevaluasi hasil uji coba sebelum menentukan langkah berikutnya dalam rencana konversi tersebut.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi ESDM Laode Sulaeman mengatakan, pengujian penggunaan CNG 3 kg di lingkungan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) telah memasuki minggu ketiga.

"Sekarang sudah memasuki minggu ketiga uji coba di Lemigas," kata Laode kepada wartawan setelah menghadiri kegiatan donor darah Kementerian ESDM di Jakarta, pada Senin (21/9).

Menurut Laode, pengujian akan dilanjutkan sekitar dua minggu lagi agar pemerintah memiliki hasil evaluasi selama satu bulan sebelum menentukan tahapan selanjutnya.

"Mungkin kita tunggu dua minggu lagi biar jadi satu bulan," kata dia.

Pemerintah sebelumnya mengatakan, pengujian CNG 3 kg dilakukan untuk menilai kinerja tabung sekaligus melihat bagaimana bahan bakar tersebut digunakan oleh pengguna dalam kegiatan sehari-hari.

Pada tahap awal, penggunaan CNG 3 kg masih dibatasi di lingkungan Lemigas, termasuk untuk kegiatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di kawasan tersebut.

Pemerintah belum mengumumkan apakah CNG 3 kg nantinya akan menggantikan LPG 3 kg secara penuh, digunakan secara bertahap, atau diterapkan hanya pada kelompok pengguna atau wilayah tertentu.

Laode juga belum merinci bentuk kebijakan yang akan ditempuh setelah masa uji coba selesai.

Perubahan Bagi Rumah Tangga

Jika pemerintah akhirnya menerapkan CNG sebagai alternatif LPG 3 kg, perubahan bagi rumah tangga tidak hanya menyangkut jenis gas yang digunakan.

CNG memiliki karakteristik penyimpanan dan tekanan yang berbeda dari LPG sehingga penggunaan tabung, regulator, kompor dan sistem distribusinya perlu disesuaikan dengan standar keselamatan yang ditetapkan pemerintah.

Pemerintah sebelumnya menyebut pengembangan CNG 3 kg antara lain ditujukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap LPG dan menekan kebutuhan impor. Kementerian ESDM juga telah menyiapkan pengadaan awal tabung CNG dalam jumlah ribuan unit untuk mendukung tahap pengujian dan pengembangan berikutnya.

Namun, besarnya dampak terhadap rumah tangga akan sangat bergantung pada harga CNG, ketersediaan jaringan distribusi, desain tabung dan peralatan yang digunakan, serta mekanisme subsidi apabila kebijakan tersebut diterapkan.

Untuk saat ini, LPG 3 kg tetap menjadi bagian dari sistem penyaluran energi rumah tangga dan pemerintah masih melakukan penataan agar subsidi LPG lebih tepat sasaran.

Dengan demikian, uji coba CNG 3 kg belum berarti masyarakat akan segera diminta meninggalkan LPG 3 kg. Keputusan mengenai skala penerapan dan waktu pelaksanaan masih menunggu hasil evaluasi pemerintah. (Sri Lestari)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • LPG 3 Kg Mau Diganti CNG? Ini yang Bakal Berubah Bagi Rumah Tangga
  • LPG 3 Kg Mau Diganti CNG? Ini yang Bakal Berubah Bagi Rumah Tangga
  • LPG 3 Kg Mau Diganti CNG? Ini yang Bakal Berubah Bagi Rumah Tangga
  • LPG 3 Kg Mau Diganti CNG? Ini yang Bakal Berubah Bagi Rumah Tangga
  • LPG 3 Kg Mau Diganti CNG? Ini yang Bakal Berubah Bagi Rumah Tangga
  • LPG 3 Kg Mau Diganti CNG? Ini yang Bakal Berubah Bagi Rumah Tangga