Tani Merdeka Karanganyar Dorong Modernisasi Pertanian dan Targetkan Regenerasi Petani Muda


KARANGANYAR, SUARA NEGERI — Ketahanan pangan dan modernisasi sektor pertanian menjadi fokus utama  Tani Merdeka Jawa Tengah dalam mendorong regenerasi petani muda di Kabupaten Karanganyar. Hal tersebut ditegaskan mengingat masih rendahnya proporsi petani milenial di daerah tersebut.


Berdasarkan data pemeriksaan terakhir, jumlah petani muda/milenial di Karanganyar saat ini baru mencapai sekitar 12%. Angka ini masih jauh dari target ideal standar nasional sebesar 40%. Kondisi tersebut dipicu oleh pemahaman masyarakat yang masih menganggap sektor pertanian identik dengan metode tradisional, seperti mencangkul secara manual.

Guna mengatasi tantangan tersebut, Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Tengah Wawan Pramono menyatakan, terus memberikan edukasi kepada generasi muda (Gen Z) agar lebih memahami modernisasi alat pertanian serta prospek bisnis di sektor ini.

"Pertama, kita harus segera upgrade untuk digitalisasi dan modernisasi alat. Kedua, petani harus mulai menjadi pengusaha di bidang pertanian. Kita harus membangun ekosistem dari hulu ke hilir—mulai dari menanam, memproduksi, hingga memahami pasar dan penjualan," ujarnya disela perayaan Hari Tani di Umbul Situmpeng, Gentungan, Mojogedang, Kamis (24/9) malam. 

Sebagai langkah nyata untuk menarik minat pemuda, Tani Merdeka juga telah menginisiasi program berorientasi ekspor. Saat ini, komoditas hasil pertanian lokal seperti rempah-rempah dari Karanganyar telah mulai diekspor ke Tiongkok.

Pengawalan Infrastruktur Pertanian dan Masalah Klasik Musim Kemarau

Selain edukasi regenerasi, masalah ketersediaan irigasi dan sumur dalam juga menjadi aspirasi utama para petani. Mengingat keterbatasan anggaran efisiensi APBD daerah, Tani Merdeka turut mengawal pengajuan bantuan program irigasi dan P3A langsung ke Kementerian Pertanian RI.

Kendati bantuan infrastruktur mulai terealisasi, Tani Merdeka mengingatkan para petani untuk mengubah pola pengajuan bantuan agar tidak terlambat.

"Ini penyakit lama. Harusnya sebelum memasuki musim kemarau, pengajuan sumur dan irigasi sudah dimasukkan. Kalau baru mengajukan saat kemarau tiba, tentu terlambat dan berdampak pada pola tanam yang seharusnya bisa panen hingga tiga kali," tambahnya anggota DPRD Karanganyar Fraksi Gerindra tersebut. 

Melalui modernisasi alat, pembukaan akses pasar ekspor, serta pengawasan infrastruktur air yang matang, diharapkan sektor pertanian di Karanganyar mampu beradaptasi dan menarik minat generasi muda sebagai pilar utama ketahanan pangan daerah. (hrs)
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  •  Tani Merdeka Karanganyar Dorong Modernisasi Pertanian dan Targetkan Regenerasi Petani Muda
  •  Tani Merdeka Karanganyar Dorong Modernisasi Pertanian dan Targetkan Regenerasi Petani Muda
  •  Tani Merdeka Karanganyar Dorong Modernisasi Pertanian dan Targetkan Regenerasi Petani Muda
  •  Tani Merdeka Karanganyar Dorong Modernisasi Pertanian dan Targetkan Regenerasi Petani Muda
  •  Tani Merdeka Karanganyar Dorong Modernisasi Pertanian dan Targetkan Regenerasi Petani Muda
  •  Tani Merdeka Karanganyar Dorong Modernisasi Pertanian dan Targetkan Regenerasi Petani Muda