Tingkatkan Minat Baca, Disarpus Karanganyar Siap Gelar Festival Literasi PALLAWA 2026
KARANGANYAR, SUARA NEGERI — Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Karanganyar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan kegiatan PALLAWA (Pesona Literasi Lereng Lawu Karanganyar) Tahun 2026 pada Rabu (23/9/2026). Gelaran ini mengusung tema "Membaca, Berkarya, Menginspirasi".
Festival literasi ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai Selasa, 29 September hingga Jumat, 2 Oktober 2026. Berlokasi di Kantor Disarpus Karanganyar dan panggung utama di jalan depan dinas setempat, acara ini menjadi ajang kolaboratif untuk memperkuat ekosistem literasi masyarakat Karanganyar di era digital.
Kepala Disarpus Karanganyar Nurhayati menjelaskan, PALLAWA diambil dari nama aksara kuno Nusantara sebagai simbol sejarah dan pertumbuhan peradaban literasi. Penyelenggaraan kegiatan ini juga menjadi respon atas capaian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Jawa Tengah tahun 2025 yang berada di angka 38,86 dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) sebesar 57,11. Meskipun demikian, tren pengunjung perpustakaan Karanganyar terus menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun ke tahun.
"Selama penyelenggaraan PALLAWA ini kita menargetkan sebanyak 2.000 pengunjung. Hingga hari kemarin, tercatat sudah ada 1.300 pengunjung yang berpartisipasi dan angka ini diproyeksikan akan terus bertambah hingga melampaui target, " ucapnya dalam pembukaan, Rabu (30/9).
Rangkaian acara PALLAWA 2026 akan diisi beragam agenda menarik dan edukatif, di antaranya: Peluncuran Program: Launching mobil PIJAR (Pengawal Literasi Maju Karanganyar) dan Titik Baca oleh Bunda Literasi Kabupaten Karanganyar. Talkshow & Bincang Santai yang menghadirkan song writer Ferry Curtis, pegiat literasi, hingga narasumber dari perguruan tinggi.
Selain itu, ada Workshop & Pelatihan dengan membuka kelas membuat komik, public speaking, konten kreator, hingga workshop membaca nyaring (read aloud) dan mendongeng.
Wisata Literasi & Panggung Seni melalui kunjungan dan pementasan seni dari puluhan sekolah tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Kabupaten Karanganyar.
"Ada pula program nonton film bareng di Ruang Audio Visual Disarpus. Pameran Stand & Kuliner yang diikuti belasan instansi pemerintah, sekolah, komunitas literasi, pelaku UMKM, hingga pemutaran hiburan musik, " urainya.
Program kolaborasi antara Disarpus dan Dinas Pendidikan ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca anak-anak usia dini seperti TK dan PAUD. Ada pula fasilitas hibah berupa titik baca digital yang dapat diakses oleh masyarakat.
Sementara itu, Dr. Farida Rober Christahto sebagai Bunda Literasi Karanganyar menambahkan, komitmen untuk meningkatkan budaya membaca anak-anak terus didorong melalui inovasi jemput bola. Mobil operasional Pijar bakal dikerahkan untuk menjemput sekitar 15 anak dari sekolah-sekolah untuk diantar langsung ke perpustakaan.
"Di sana, anak-anak diajak mengenal lingkungan perpustakaan dan membaca buku bersama agar lebih melek literasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menjadi wadah inkubasi kreativitas yang inklusif, meningkatkan minat baca, serta mendorong Karanganyar menjadi daerah yang cerdas dan berdaya saing," tandasnya. (hrs)

