Ujung Tombak Pengamanan, Pamter PSHT Karanganyar Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Kedisiplinan
KARANGANYAR ■ SUARA NEGERI — Pengamanan Terate (Pamter) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun Cabang Karanganyar menggelar kegiatan Pertemuan Kadang untuk pertama kalinya. Acara ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus apresiasi bagi 1.000 anggota Pamter yang tersebar di 17 kecamatan se-Kabupaten Karanganyar setelah sukses mengamankan rangkaian prosesi pengesahan warga baru dan kegiatan Suran.
Komandan Pamter Karanganyar, Agus Pramono Jati, menyampaikan pertemuan ini berfungsi sebagai ruang motivasi serta penegasan kembali tugas dan fungsi Pamter. Menurutnya, acara ini merupakan bentuk refleksi dan penghargaan atas dedikasi seluruh anggota Pamter yang telah bekerja keras dalam pengamanan kegiatan pengesahan anggota baru PSHT bulan sura tahun ini.
"Temu Kadang Pamter 106 Cabang Karanganyar sebagai penghargaan atas pengamanan penuh dari sore hingga pagi demi menjaga ketertiban selama kegiatan pengesahan, " ucapnya kepada awak media di sela kegiatan, Minggu (6/9).
Berdasarkan hasil evaluasi, jajaran Kepolisian, TNI, dan Kesbangpol mengapresiasi pengamanan pengesahan tahun ini yang dinilai berjalan sangat kondusif dan aman sesuai instruksi kepolisian. Pria yang akrab disapa Agus Bereng ini menekankan agar seluruh anggota Pamter terus menjaga ketertiban, kedisiplinan, sinergisitas, serta menjaga marwah organisasi karena Pamter merupakan ujung tombak dalam pengamanan.
"Jadi tugas Pamter adalah mengamankan, menjaga, dan menjaga ketertiban, dan menjaga marwah. Di situ sinergisitas, kedisiplinan, itu harus terjaga, "tandasnya.
Sementara itu, Ketua PSHT Cabang Karanganyar, Sutarmo, menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan ini dan berharap dapat diselenggarakannya secara rutin setiap akhir tahun. Ia menegaskan bahwa selain untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat komunikasi dari tingkat ranting hingga pusat.
"Pamter juga harus hadir membantu masyarakat serta terus bersinergi dengan TNI-Polri, " imbuhnya.
Pakde Tarmo juga mengapresiasi situasi pengesahan tahun ini yang dinilai telah berubah total menjadi lebih tertib tanpa adanya gangguan bising di pusat kota. Ke depannya, ia mendorong Pamter untuk bersikap lebih profesional dan aktif memerangi segala bentuk kekerasan, termasuk dalam metode latihan internal, guna menjaga citra organisasi serta membentuk karakter manusia yang berbudi luhur.
"Pamter harus profesional, dan berkomitmen memerangi segala kekerasan. Baik kekerasan internal dalam bentuk latihan, maupun dari luar kita hilangkan. Karena segala bentuk kekerasan justru akan merusak citra PSHT itu sendiri, " pungkasnya. (hrs)

